About Me

My photo
It's real me...Nothing else to be question marked, Me just simple as you tought. "Everything is possible if there is love and patience"

Tuesday, May 3, 2011

Ngeseks Nikmat, Cukup 10 Menit Saja!

Selain dipengaruhi posisi dan lokasi, salah satu faktor yang memengaruhi kenikmatan seks adalah durasi. Lantas, berapakah durasi ideal untuk sebuah seks yang berkualitas?
 
Ngeseks Nikmat, Cukup 10 Menit Saja!
SELAIN dipengaruhi posisi dan lokasi, salah satu faktor yang memengaruhi kenikmatan seks adalah durasi. Lantas, berapakah durasi ideal untuk sebuah seks yang berkualitas?

Banyak orang menginginkan agenda seksual dapat berlangsung dalam waktu lama. Jika berhasil melalui tahapan tersebut, puncak kenikmatan pun tergapai. Lantas, sebenarnya berapakah durasi ideal untuk sebuah pelaksanaan sesi seks? Sebuah survei mengungkapkan bahwa waktu yang diinginakn banyak orang dalam melakukan seks sebenarnya hanyalah 10 menit.

Sebuah survei dari 50 anggota Society for Sex Threapy and Research yakni sebuah lembaga yang memberikan masukan dan memberikan terapi bagi pasangan yang memiliki masalah seksual mengatakan, bahwa seks yang terjadi selama satu atau dua menit terlalu pendek. Sementara jika terjadi antara tiga sampai tujuh menit masih dapat diterima sedangkan jika lebih dari 13 menit dirasa terlalu panjang. Lembaga ini menambahkan, sebenarnya seks yang ideal yakni terjadi antara tujuh dan 13 menit. Itulah seks yang banyak diinginkan orang.

Berkebalikan dengan fantasi populer tentang perlunya waktu untuk membuat gairah muncul, seorang terapis seks mengatakan bahwa seks selama 10 menit sudah benar-benar memuaskan.
"Banyak pria dan wanita memercayai fantasi seks untuk melewatkan malam panjang bersama pasangan," kata peneliti Eric Corty, seorang profesor psikologi di Penn State University kepada Telegraph dan dirilis Times of India.

"Sepertinya ini hanyalah sebuah kondisi untuk melepaskan kekecewaan dan ketidakpuasan semata. Kami berharap survei ini akan menghilangkan fantasi dan mendorong pria dan wanita dengan data realistis," tambah Corty.

Sunday, April 24, 2011

Tujuan Bulan Madu Termewah Dunia


Inilah beberapa daerah romantis yang membuat bulan madu Anda akan tambah sempurna!


Maldives(Conrad Maldives Rangali Island)
Ada banyak tujuan wisata romantis di dunia, seperti Maldives dan Seychelles. Namun tak terlupakan juga, tempat-tempat unik seperti Magaluf atau Disneyland sebagai tempat berbulan madu. Jika Anda punya banyak uang untuk dihamburkan demi menyenangkan sang pasangan, kami membawakan untuk Anda, beberapa tempat paling mewah dan paling romantis di seluruh dunia sebagai rekomendasi tujuan bulan madu!

1. MALADEWA

Maladewa (Conrad Maldives Rangali Island)
Laut biru jernih dengan gradasi turkoas ke biru muda, pasir putih halus, pohon kelapa berbentuk indah, taman laut yang teduh, matahari terbenam yang cantik.... Sudah pasti Maladewa menjadi tujuan bulan madu yang sempurna.
Paul McCartney dan Heather Mills memilih Conrad Maldives Rangali Island untuk berbulan madu, demikian juga Tom Cruise dan Katie Holmes. Di sini, keindahan alam ini juga dipadukan dengan fasilitas menarik, seperti dua spa, tujuh restoran (termasuk restoran bawah laut Ithaa, tempat TomKat makan malam), dua vila di laguna pribadi yang berlantaikan kaca, kolam renang dengan air laut, dan ranjang yang bisa diputar mengikuti arah matahari. Harga mulai dari US$4,400 saja per malam.

2. SEYCHELLES

Seychelles (Fregate Island)
Dengan akomodasi yang begitu privat dan eksklusif seperti di Fregate Island , Anda takkan pernah diganggu orang iseng yang merusak bulan madu Anda. Fregate Island berada di sebuah pulau pribadi, dengan ranjang luas yang bertaburan bunga untuk si pengantin baru. Anda ingin berbulan madu seperti Brad Pitt dan Jennifer Aniston, Liz Hurley dan Arun Nayar? Tentu Seychelles pilihannya!

Dari tujuh pulau, satu dipersiapkan khusus untuk dua orang, lengkap dengan tanda 'jangan ganggu' dan radio untuk minta minum. Vila dengan satu ranjang bisa dinikmati dengan harga US$4,800 per malam; sedangkan Presidential Villa dibuka dengan harga US$16,000 per malam.

3. KENYA

360 House at Shompole // Kenya (360 House at Shompole)
Pangeran William pernah berkata ia sangat menyukai Kenya. Bukan tidak mungkin, ia akan memilih negara ini sebagai tempat berbulan madu bersama Kate Middleton. Jika benar, ia mungkin akan memilih 360 House at Shompole di selatan.
Inilah tempat favorit desainer terkenal Stefano Gabbana dan fotografer David Bailey, dengan interior serba putih dari material alami, kayu, jerami dan batu kuarza. 360 house terletak di areal pribadi, punya helipad sendiri, dipan ukuran raksasa dan kolam renang di mana setiap pengantin baru bisa menikmati matahari terbenam di lembah Great Rift. Harga mulai dari US$735 per orang per malam.

4. CHILE

Awasi in the Atacama Desert // Chile (Awasi in the Atacama Desert)
Awasi in the Atacama Desert
Sebuah resor ramah lingkungan di Chile telah membuatnya jadi favorit para pasangan pecinta lingkungan. Awasi, di gurun Atacama memberi kesempatan bagi para tamu untuk menikmati keindahan Atacama sambil dimanjakan dengan resor super nyaman hanya dengan penerangan lilin. Harga mulai dari US$3,760-$4,530 per orang untuk enam malam.

5. CONNECTICUT

Winvian // Connecticut (Winvian)
Winvian
Tidak terdengar sebagai tujuan yang romantis? Coba intip Winvian di Connecticut. Terletak di daerah pedesaan Litchfield Hills, cottage memiliki satu ruangan sebesar hangar, dan sebuah helikopter perang tahun 1960 Sikorsky Sea King Pelican berada di ujung ranjang. Dengan TV, minibar, dan bunga segar, Anda mungkin terkejut dengan kemewahan yang tercipta. Hanya US$950 per malam.

6. SKOTLANDIA

Skotlandia (Balmoral Castle)
Mencari liburan romantis kelas dunia minus 'terlalu' mahal? Anda mungkin bisa memilih Skotlandia. Di musim panas, Anda bisa menikmati pemandangan luar biasa dan cuaca hangat di antara lembah-lembah. Keluarga kerajaan Inggris, Ratu dan Pangeran Philip, Charles dan Camilla, Edward dan Sophie, semua berbulan madu di Balmoral.

7. SELANDIA BARU

Selandia Baru (Huka Lodge)
Menikah di bulan Juni namun ingin bulan madu di antara salju? Anda akan memilih pulau di utara Selandia Baru. Anda bisa berski di gunung salju di Ohakune, lalu tinggal di Huka Lodge, sebuah pondok eksklusif di pinggir sungai Waikato. Di sini, Anda bisa naik kapal jet, bersepeda, berburu, menembak, dan memancing. Cottage ini punya interior modern, perapian yang nyaman, kolam renang di atas balkon dan pemandangan ke air terjun Huka Falls. Tamu terkenal, termasuk Ratu Inggris dan Pangeran Philip pernah tinggal di akomodasi seharga NZ$3,365 per malam ini.

8. MAGALUF

Magaluf (Magaluf, Spain Tourist Board)
Daerah ini penuh dengan klub malam, bar serta restoran cepat saji. Tidak terdengar sebagai tempat yang romantis sama sekali, tapi coba pikir, namanya saja sudah terdengar lucu, pasti menjanjikan sebuah bulan madu yang penuh kejutan!

9. MUSTIQUE

Mick Jagger punya rumah di pulau ini, dan suka memainkan musik di pinggir pantai. Pulau mungil ini memang jadi idola para bintang rock dan juga bangsawan, termasuk Putri Margaret yang menyebutnya sebagai tempat liburan favorit.
Akomodasi yang kami anjurkan adalah Firefly, sebuah vila mungil namun cantik ala kolonial dengan pemandangan laut yang sangat indah seharga US $900 dan $1,200 semalam.

10. PULAU TURK DAN CAICOS

Pulau Turk dan  Caicos (Parrot Cay)
Terletak di kepulauan Karibia, dikelilingi pantai yang tak pernah disentuh, dilengkapi makanan yang lezat dan jasa spa terkenal dunia, inilah surga bagi para bintang! Julia Roberts, Tom Cruise dan Bruce Willis, pernah tinggal di Parrot Cay , yang juga menjadi tuan rumah bulan madu Ben Affleck dan Jennifer Garner, serta Eva Longoria dan Tony Parker. Beberapa, bahkan sampai membeli rumah di daerah ini.
Salah satu suite yang terbaik adalah Sanctuary yang didesain oleh Donna Karan. Seluruh ruangan dipenuhi artifak dari sang desainer, dan kamar utama dengan pemandangan 360 derajat ke seluruh pulau. Harga mulai dari US$24,200 per malam.

Pemahaman Hindu dari seorang Non Hindu

Om Swastyastu

ada artikel bagus di forum sebelah,.. saya copas sebagai sedikit inspirasi untuk kita dihari ini..

Untuk semeton yang sedang ragu-ragu... mudah-mudahan artikel ini dapat menjadi cerminan bahwa umat non Hindu pun memiliki pemahaman yang baik mengenai Hindu... lantas mengapa kita mesti meragukan agama leluhur Kita? Bagai emas yang hendak ditukar dengan loyang.

Berikut ini adalah tulisan dari: Ibn Ghifarie,  Mahasiswa Pascasarjana Univesitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, PS Perbandingan Agama.

"Sumber ajaran agama Hindu adalah Kitab Suci Weda (Veda), yaitu kitab yang berisikan ajaran kesucian yang diwahyukan oleh Hyang Widhi Wasa melalui para Maha Rsi. Weda merupakan jiwa yang meresapi seluruh ajaran Hindu, laksana sumber air yang mengalir terus melalui sungai-sungai yang amat panjang dalam sepanjang abad. Weda adalah sabda suci atau wahyu Tuhan Yang Maha Esa."

Pembacaan kitab Weda erat kaitannya dengan upacara-upacara pengorbana ini, hingga digolongkan menjadi empat; Pertama, Rig-Veda merupakan veda tertua berisi pujian. Kedua, Sama-Veda berisi nyanyian-nyanyian yang dinyanyikan Utgatar waktu orang menyediakan minuman untuk korban yang amat penting. Ketiga, Yajur-Veda berisi mantra-mantra dalam bentuk prosa biasa digunakan dalam pengorbanan yang sebenarnya. Keempat, Atharwa-Veda berisi uraian dan doa yang harus dikenal para Brahmana. *(Bagus Takwim, 2003:42)*

Di mata T. H. Thalhas, memang dalam kitab Hindu Weda ada empat bentuk; Rig-Weda, Yajur-Weda, Sama-Weda dan Atharwa-Weda. Namun, untuk pembagiannya ada mantra (pokok-pokok pembicaraan), Brahmana (tafsir mantra) dan Upanishad (tafsir weda sesudah Brahmana). *(T.H. Thalhas, 2006:55-58)*

Umat Hindu menyakini supaya hidupnya terarah, maka diperlukan Tuntunan Dasar Agama Hindu (milik Departemen Agama), seperti ditulis  Drs. Anak Agung Gde Oka Netra. Paling tidak ada lima Pokok-pokok Keimanan Agama Hindu; Pertama, Percaya adanya Tuhan (Brahman/Hyang Widhi). Kedua,Ppercaya adalanya Atman. Ketiga, Percaya adanya Hukum Karmaphala. Keempat, Percaya adanya Punarbhawa (Reinkarnasi/Samsara). Kelima, Percaya adanya Moksa.

Orang Hindu mencari kebenaran, tetapi tidak semata demi kebenaran. Kebenaran yang dicari dari dunia “Filsafat Hindu menyelidiki alam, dicari intisatinya, diselami hakikatnya, dicari sebab-sebab yang sedalam-dalamnya. Akan tetapi tidaklah berhenti di situ saja. Masih mempunyai tujuan lebih lanjut; kebenaran” *(Poedjawitana, 1986:54-55)*

*Kebijakan Abadi*
Pada dasarnya Hinduisme merupakan suatu kepercayaan monothoistik, kepercayaan hanya pada satu Tuhan. Juga dikenal dengan sebutan Sanathara Dharma yang berarti “kebijakan abadi”. *(Bagus Takwin, 2003:37-38)*

Dalam Hindu ajaran agama dan filsafat saling melengkap dan saling menjelaskan. Para Brahmana melakukan perenungan filosofis dalam rangka memperkaya pemahaman tentang manusia, alam semesta dan Tuhan. Dengan adanya filsafat, ajaran Hindu menjadi dinamis dan banyak mengalami penambahan yang meperteguh pemahaman manusia tentang kehidupan manusia di alam semesta ini. Dengan demikian, para filusuf Hindu berfikir untuk mencari jalan lepas dari ikatan duniawi dan masuk ke dalam kebebasan yang baginya merupakan kesempurnaan.


*Penjelmaan Trimurti*
Dalam pemahaman agama Hindu Tuhan menjelma dalam banyak wujud. Konsep satu Tuhan dalam banyak perwujudan ini memudahkan manusia untuk memahami Tuhan yang maha esa. *(Sir Simad dan A.C haktivedanta Swami Prabhupada, 2000:416)*

Trimurti wujud Dewa-dewa (Gods) dan Dewi-dewi (Goddesses), para Awatara (the Avatars atau titisan) dari Wisnu (Vishnu) Sang Tuhan, Dewata (Devatas), titisan dewa-dewa dalam bnetuk planet dan bintang merupakan perpanjangan bentuk  dari Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Bagus Takwim, Trimurti yang terdiri dari Brahma, Wishnu dan Siwa bukan tiga yang berdiri sendiri dan dewa yang terpisah satu sama lain, tetapi merupakan tiga aspek yang berbeda dari Tuhan yang maha esa. Brahmana mewakili aspek Maha Penciptaan, Wisnu sang Pemelihara dan Siwa mewakili aspek Pelebur alam semasta. *(Bagus Takwim, 2003:52)*

Pun mewujud pada dewa-dewa; Dyaus Pitar (Dewa Matahari), Vairuna Dewa Air), Indra (Dewa Perang), Yama (Dewa Maut), Rudra (Dewa Badai Topan), Vayu (Dewa Angin), Soma (Dewa Air Soma), Agni (Dewa Api), Perjaniya (Dewa Awan), Asvin (pasangan Dewa). Singkatnya, para dewa yang di sebutkan di dalam kitab weda merupakan kekuatan alam yang di personifikasikan. *(Harun Hadiwijono, 1982:40)*
 Meski pada kenyataannya, dari deretan nama-nama dewa di atas hanya dewa indra dan Agni (Api) yang sering mendapatkan pujian. Ini termaktub dalam pumbukaan Reg Weda yang dirumuskan dalam nyanyian pujaan; “Saya menghormati Agni, dewa pembawa sajian, pendeta dan penyanyi yang memberi hadiah harta benda kepada kita, yang dimuliakan oleh para reshi baik sekarang maupun dahulu. Mudah-mudahan Agni mengantarkan dewa kepada kita.” *(Arifin,1987:59)*

Mari kita telaah petuah suci ini, “Kepribadian Tuhan yang maha esa bersabda: mahluk hidup yang tidak dapat dimusnahkan dan bersifat rohani disebut Brahmana dan sifatnya yang kekal disebut Adhyatma (sang diri). Perbuatan berhubungan dengan perkembangan badan-badan jasmani para mahluk hidup disebut karma atau kegiatan yang dimaksud untuk membuahkan hasil atau pahala” *(Sir Simad dan A.C Bhaktivedanta Swami Prabhupada, 2000:416)*

*Jalan Menuju Tuhan*
Untuk menuju Tuhan diperlukanlah empat jalan; Pertama, Jalan menuju Tuhan melalui pengetahuan*(Jnaya Yoga)*. Untuk para pencari kehidupan rohani yang mempunyai kecenderungan intelektual yang kuat. Idelah yang paling penting. Jika orang merasa yakin terhadap sesuatu maka keyakinan itu benar-benar membawa perbedaan yang nyata dalam kehidupan mereka karena hidup mereka mengikuti garis pemikirannya. Seperti Buddha, Socrates.

Kedua, Jalan menuju Tuhan melalui cinta *(Bhakti Yoga)*. Sumbernya dari cinta yang berada di hati manusia. Bagaikan air gangga tiada putus-putus mengalir ke samudra kata Tuhan dalam Bhagavata Purana.

Ketiga, Jalan menuju Tuhan melalui kerja *(Karma Yoga)*. Orang-orang yang berwatak aktif. “Ia yang bekerja tanpa perasaan lekat pada pekerjaannya dan menyerahkannya untuk Tuhan tidak ternola oleh akibatnya. Bagikan daun bunga teratai tidak ternoda oleh air di sekitarnya” Bhagavada-Gita,V:10.

Keempat, Jalan menuju Tuhan melalui latihan psikologis *(Raja Joga)*. Membawa orang ketarap yang luar biasa tinggi. Orang yang mempunyai kecenderungan pribadi pada ilmu pengetahuan. Ini merupakan jalan Tuhan melalui latihan-latihan psikologis.

Syaratnya memiliki dugaan kuat dari kita yang sesungguhnya jauh mengagumkan yang kita sadari dan hasrat untuk mengalami secara langsung jangkauanya sepenuhnya. Tujuannya untuk membuktikan keabsahan dari pandangan rangkap empat tentang manusia dengan cara membimbing si pencari kebenaran untuk secara pribadi langsung mengalami. Metodenya dengan mawas diri *(Huston Smith, 2004:37-59)*

Tugas manusia adalah berbuat sedemikian rupa, sehingga jiwanya dapat kembali kepada asalnya (Tuhan). Jalan kelepasan ada tiga; Pertama, Jnana-Marga. Jalan kelepasan melalui pengetahuan akan kebenaran yang tertingggi. Kedua, Bhakti-Marga. Jalan kelepasan dengan melalui kasih dan pemujaan kepada Purusa yang tertinggi. Ketiga, Karma-Marga. Jalan kelepasan dengan penaklukan kehendak sendiri kepada tujuan Tuhan.

Ketiga jalan kelepasan ini sama-sama menuju satu tujuan, yaitu kelepasan. Orang mendapatkan kelepasan melalui segala segi kesadaran hidup. Tak ada perbedaan mutlak antara jalan-jalan itu. Ini disebabkan kehudupan ilahiyah yang tak terpisah-pisah adanya.

Tuhan adalah Sat (kenyataan), Cit (kebenaran), Ananda (kebahagiaan). Tuhan yang demikian itu menyatakan dirinya sebagai terang yang kekal bak matahari pada tengah hari kepada orang-orang yang mencari pengetahuan. Tetapi ia menyatakan diri sebagai keadilan yang kekal kepada mereka yang bergumul bagi kebajikan. Akhirnya Tuhan menyatakan diri sebagai kasih keindahan, kesucian yang kekal kepada mereka yang mencarinya dengan kasih dan pemujaan.

Sebagaimana Tuhan mempersatukan di dalam dirinya sendiri hikmat, kebaikan dan kesucian, demikianlah manusia harus  menuju kepada hidup rohani yang tak terpisah. Dengan demikain, kelepasan terdiri dari persekutuan jiwa dengan jiwa tertinggi, yaitu menyaksikan, mengalami dan menghayati hidup ilahi. *(HarunHadiwijoni, 1982:29-30)*


*Intisari Ajaran*
Terkait dengan intisari dari ajaran-ajaran agama Hindu, diantaranya; Pertama, Surga dan Neraka. Gunung Dewata Mahameru dianggap sebagai tempat tinggal dewa-dewa di atas Mahameru itulah letaknya surga. Neraka terdapat di bawah bumi dan dikuasai oleh Yama, Dewa kematian. Kepercayaan tentang sugra dan neraka dalam Hinduisme sangat sederhana. setiap orang yang telah mencapai moksha akan mendapat surga. Orang yang tidak dapat mengalahkan samsara maka berarti hidup dalam kesengsaraan (neraka)

Kedua, Kurban dan Sajian. Roh merupakan soal yang mata penting dalam Hindu, sehingga melahirkna dua filsafa; Pertama, Wedantara mengajarkan atman, roh manusia atau jiwa seseorang hanya merupakan bagian dari brahman, Tuhan. Kedua, Sankhya mengajarkan roh manusia yang tidak terhitung banyaknya memang ada. Bebas dan berdiri sendiri. Tidak merupakan bagian dari Tuhan.

Ketiga, Hukum Karma dan Penjelmaan Roh. Hinduisme mangajrkan roh orang yang mati akan masuk ke surga atau neraka untuk sementara waktu. Roh itu lahir kembali ke bumi dengan wujud yang lain. Semuanya itu tergantung pada karmanya. alam perbuatan masa lampau. Ada kalanya mewujud pada batu, pohon, tumbuh-tumbuhan, manusia, hewan, dewa. Kelahiran ini berlangsung terus menerus sesuai dengan hukum karma. Penjelmaan roh kembali pada jasad lain disebut reinkarnasi.

Keempat, Samsara dan Kelepasan dari Samsara. Lingkaran kelahiran kebali disebut semsara (sengsara) dan dianggap sebagai malapetaka (penderitaan). Bila filsafat Wedanta mengajarkan manusia akan terlepas dari penderitaan dan insaf atas kesadaran jiwanya bagian dari Tuhan, maka tidak akan kembali ke bumi, melainkan bersatu dengan roh Tuhan (Brahmana). Jika Sankhya mengajarkan manusia akan terlepas dari penderitaan dan insaf atas ketidakkesadaran jiwanya bagian dari Tuhan, maka tidak akan berpisah selama-lamanya menghindari gangguan dan godaan benda.*(T.H.Thalhas, 2006:61-63) *

*Hindu Brahma “Gamabali”*
Agama Hindu masuk ke Indonesia pada abad pertama sesudah masehi. Seorang sejarawan Cina, Fa Hien pada abad V telah menemukan masyarakat Brahma di pulau Jawa. Raja pada zaman itu memakai nama dalam bahasa sansekera dan menganut ajaran Shiwa. Tulisan di atas batu candi Kalasan di Jogyakarta pada tahun 700 saka merupakan ciri agama Hindu dan Budha.


Agama Hindu adalah agama bagi orang-orang yang menganut ajaran pustaka suci kitab Weda. Untuk kerangka dasar agama Hindu bali; Pertama, Tatawa (filsafat). Kedua, Susila (sopan santun dan keadaban). Ketiga, Upacara (tingkah laku perbuatan agama).
Kendati pun terbagi tiga, tapi dalam kenyataannya terjalin menjadi satu. Ibarat sebutir telur. Tatawa, sarinya (kuningnya telur); Susila putihnya telur dan upacara adalah kulitnya.

*Panca Sradha*
Di samping mempunyai kerangka dasar, ajaran Hindu bali memiliki lima keyakinan yang  disebut Panca Sradha; Pertama, Percaya adanya Tuhan yang maha esa yang disebut Hiyang Widhi. Kekuasaan yang tertinggi hanya ada satu: Utpati (yang mengadakan), Stakti (yang melahirkan), Pralina (yang mengembalikan pada asalnya semua mahluk). Ada empat sifat utama Hiyang Widhi; Wibhu Sakti (selalu ada di mana saja), Prabhu sakti (sifat maha kuasa sebagai pencipta), Yanan Sakti (maha tau) dan Kriya sakti (maha karya dapat melakukan apa saja)


Kedua, Percaya adanya atma atau roh leluhur. Atma merupakan percikan-percikan kecil daari Hiyang Widhi yang berada di dalam mahkluk hidup. Ketiga, Percaya adanya hukum Karmapala. Karma artinya perbuatan dan pala bermakna buah atau hasil. Perbuatan yang baik membawa hasil yang baik. Sebaliknya, perbuatan yang buruk membawa hasil yang buruk. Keempat, Perayaan adanya samsara atau purnabawa (reinkarnasi). Kelahiran yang berulang-ulang di bumi yang mmebawa akibat suka dan duka. Kelima, Percaya adanya kebajikan tertinggi yang menjadi tujuan hidup terakhir yang dikenal sebagai surga (moksha). Kebebasan dari ikatan keduniawian, bebas dari karmapala dan samsara. Inilah prinsif keimanan ajaran Hindu yang dikenal dengan sebutan Sraddha. *(Djam’annuri, 2008:51)*

Mengenai kegiatan keagamaan yang merupakan tradisi dan adat istiadat masyarakat Hindu Bali dapat dilihat pada; Pertama, Pure tempat-tempat Ibadah. Tempat pemujaan para dewa ini disebut juga sanggar Dewa Graha. Masyarakat hindu mengenal macam-macam tempat ibadah yang sesuai dengan fungsinya masing-masing; Sanggar adalah pure yang ada di rumah-rumah orang biasa; Pamerayan adalah pure yang ada di rumah-rumah orang terkemuka; Puseh adalah pure yang ada di desa-desa; Pure Segara adalah pure untuk memuja Dewa Baruna (Dewa Laut)

Kedua, Sakramen, upacara-upacara suci. Misalnya pada waktu kelahiran, pemberian nama, melubangi telinga, potong rambut pertama, turun atau menginjak tanah (tedak siti), potong gigi dan upacara perkawinan.

Ketiga, Yadnya, upacara kurban. Ada lima kurban; Dewa Yadnya, Reshi Yadnya, Mamusya Yadnya, Pitra Yadnya, Buta Yadnya.

Keempat, Hari Raya perayaan-perayaan keagamaan. Galunga untuk memperingati kebangkitan menentang penderitaan. Kuningan sebagai hari kemenangan dan kepahlawanan Dewa Durga sejak hari Galungan sampai akhirnya. Saraswati sebagai hari raya ilmu pengetahuan guna memperingati hari turunnya kitab suci Weda dan Purana ke dunia. Nyepi untuk memperingati tahun baru Caka.*(T.H.Thalhas, 2006:64-70)*

Inilah beberapa pokok ajaran agama Hindu yang bias kita ambil. Meskipun keberadaan Sanathara Dharma sering dianggap bukan agama karena dinilai mengajarkan sifat ketuhanan yang henoteisme, panteisme, monisme, monoteisme, politeisme, dan ateisme. Padahal, agama Hindu Dharma ini mensyaraktan aspek ketuhanan yang bersifat monoteistik, seperti tercantum dalam Weda.

Pustaka

Arifin. 1987. *Menguak Misteri Agama-Agama Besar*, Jakarta.
PT Golden Trayon Press Djam’annuri. 2008. *Agama Kita (Perspektif Sejarah Agam-agama)*, Yogyakarta.
Kurnia Kalam Semesta, Hadiwijono, Harun. 1982. *Agama Hindu dan Budha*, Jakarta.
Bpk Gunung Mulia. Poedjawijatna, I.R. 1986. *Pembimbing ke Arah Filsafat*. Jakarta.
Bina Aksara Simad, Sir dan A.C. Bhaktivedantara Swami Prabhupada. 2000. *Bhagavad-gita Menurut Aslinya*(terjemahan). Jakarta.
Hanuman Sakti Smith, Huston. 2004. *Agama-agama Manusia*. Jakarta.
Yayasan Obor Indonesia Takwim, Bagus. 2003. *Filsafat Timur Sebuah Pengantar ke Pemikiran-pemikiran Timur*. Jogyakarta.
Jalasutra Thalhas, T.H. 2006. *Pengantar Study Ilmu Perbandingan Agama*. Jakarta.
Galura Pase "

Om Santi Santi Santi Om

Mahendra (devil-workz)

Monday, April 18, 2011

Anniversary and Birthday party of Resha's Family



In 9th April 2011 Took place in Bandar Jakarta Seafood Restaurant where placed in Ancol beach area, Resha's Family, including Her Father, Her Mother, Her Brother (Andre) + girfriend (Rika) and Her Sister (Riska), were celebrating of Her 28th parents anniversary of marriage.


Besides that, they also celebrating 19th Riska's birthday were has just passed on 7th April 2011. The party was so simple and everyone took place to be closed with each other. Some laugh, smile also chatts are very interesting. I was invited to come and had task to take some pictures of them. Here are the pictures I just took on that day, please enjoy it.

Congratulation and Have a great days..
GOD BLESS ALL of US

Regards,

Mahendra (De'ViL Workz)



Cara Presiden Soekarno Menentukan Keperawanan

Taken from other blog
 
Selain dikenal sebagai seorang pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia, serta orator ulung di negeri ini, ternyata Bung Karno memiliki “keahlian” lain. Keahlian yang satu ini agak tabu dibicarakan, yakni ‘cara menentukan keperawanan gadis dari penampilan luar”. Dari buku “In Memoriam” karya Rosihan Anwar, terungkap cara Presiden Soekarno menentukan gadis yang masih perawan. Rosihan Anwar adalah seorang jurnalis yang sudah kritis ketika era pemerintahan Soekarno.

Quote:
“Tahukah kamu bagaimana cara memastikan apakah seorang gadis pada penglihatan luar masih perawan atau tidak?”tanya Bung Karno.
“Tidak tahu Bung,”Jawab Rosihan Anwar
“Begini… Jika kamu tarik een denkbeeldige recthe li jin (suatu garis imaginer yang lurus) di atas dada si gadis, dari pertengahan lengan yang satu ke lengan yang lain, lalu kamu tentukan pada penglihatan dari luar saja dimana letaknya ujung-ujung payudaranya (pentil), diatas garis atau bawahnya, maka kamu akan bisa berkata, jika dibawah garis dia tidak lagi perawan,tapi jika dia tetap masih perawan.”
Penjelasan : Lengan kita terdiri dua bagian, lengan bagian atas dan lengan bagian bawah. Dan yang dimaksud dengan membagi garis pertengahan adalah garis pertengahan lengan atas. Perkirakan garis tengah antara lengan atas tersebut, lalu tariklah garis khayal antara pertengahan lengan atas lengan kanan ke lengan kiri. Bila garis khayal berada di bawah ‘pentil’ payudara, maka menurut perhitungan Bung Karno, gadis tersebut masih perawan. Namun, bila ‘pentil’ payudara berada di bawah pentil, maka gadis tersebut tidak perawan. (Perhatikan tanda panah gambar di sebelah kiri. Pentil warna hitam berada dibawah garis ‘khayal merah’. Sedangkan gambar kanan garis merah tepat menindih pentil)

Ini gambarnya:

Kiri (tidak perawan), kanan (perawan)
Bisa dicoba untuk gadis-gadis yang masih berumuran dibawah 25 atau 30 tahun. Faktor usia akan mempengaruhi turunnya payudara. Zaman sekarang akan sulit menerapkan cara ini terutama bagi wanita-wanita yang menggunakan susuk/silikon dan sejenisnya. Namun bagaimanapun, masih banyak yang tidak digunakan. Maka Anda bisa mencoba gadis yang usianya dibawah 25 tahun.

Dog could Speaks 12 Words!

Check this out...Dog could Speaks 12 Words!
Mishka the Siberian Husky demonstrates some of her speaking skills for the camera. That's just incredible!
http://video.id.msn.com/watch/video/dog-speaks-12-words/1j5sir5u8

Thursday, April 14, 2011

A Beginners Guide to Capturing Motion in Your Photography

taken from http://www.digital-photography-school.com/a-beginners-to-capturing-motion-in-your-photography

Emily Hancock, a professional Hampshire Photographer recently submitted the following tutorial to our forum on Capturing Motion in Photography.
Motion-Photography-Introduction.pngImage by T.MoE
Photographs, by definition, capture and immortalize a small slice of life. There is little for the viewer to infer what happens before or after that moment. However, there are images that need to communicate motion. For example, you may want to capture a dog running, a train barreling down the tracks, or trees that are blowing in the wind. Each of these scenes can come alive within your photographs if you learn how to convey motion properly.
Today, I’ll describe how you can use different shutter speeds and panning to capture motion in your photography. I’ll also explain a potential issue you might experience along with tips to resolve it.
Reasons To Capture Motion
Beginning photographers have likely seen captivating photographs that capture motion which they’d like to duplicate. There are several ways to accomplish this and each has a slightly different goal. Sometimes, there is a need to blur certain elements in the image while focusing sharply on a few subjects in the foreground. Other times, you may want to freeze or blur everything. The direction you take depends upon your objective for your photograph.
A lot of photographers capture motion simply to convey that an object is moving. But, there are other reasons to so. Movement can communicate mood. Trees rustling in the wind suggest serenity while throngs of people on a busy city block imply harried activity.
You can also use motion to eliminate elements in a scene that may serve as distractions to the viewer. For example, you may want to photograph a person standing on a sidewalk corner as cars move behind him. By blurring everything but your primary subject (i.e. the man on the corner), you can eliminate potential distractions and focus the viewer’s attention.

Two Primary Techniques For Capturing Motion
The shutter speed that you use while photographing a scene plays a key role in capturing motion in your image. The faster the shutter speed, the sharper the focus on your subject. On the other hand, a slower shutter speed will blur a moving object. There are two main approaches (we’ll discuss a couple of alternatives in a moment).


1. Blurred Subject With Background In Focus

Capturing-Motion-Photography.jpg
photo by paulaloe
Let’s assume you’re photographing a speeding train against a wall of trees in the background. You can blur the train while leaving the trees in focus. Doing so would instantly communicate to the viewer that the train is moving quickly. To accomplish this, you would use a slow shutter speed. (It’s also important to use a tripod. That way, your camera remains steady.) You’ll often see this technique used in nighttime photographs with car headlights cutting through the image.
motion-photography-tips.jpg
Image by Extra Medium

2. Blurred Background With Subject In Focus

This second technique keeps your photograph’s subject in sharp focus while the background is blurred. Using our train example, the train would be in focus and the wall of trees would be blurred, thereby conveying the train’s movement. Similar to the first method, you need to use a slow shutter speed. However, instead of using a tripod, you’ll be panning your camera along the directional path of your subject.
Panning Explained
Motion-Photography.jpg
Photo by fabbriciuse
Most beginning photographers are trained to “secure” their cameras. That is, your camera should remain as still as possible for certain types of shots. By contrast, panning requires that you move your camera with your subject. Specifically, you’ll be matching your subject’s rate of movement and the direction in which it is traveling.
In our train example, assume the man on the bike is moving from east to west. In that case, you’ll need to pan your camera along the same direction, matching the speed of the bike. The best results occur when you have a clear view of the moving object and ample room to swivel your camera along a parallel axis to it.
Panning effectively can be difficult. You can practice and perfect your technique by photographing athletes who move quickly (for example, basketball players). Try to capture their facial expressions while blurring everything in the background. It will take some time to get it right, but once you do, the technique can be a valuable addition to your repertoire.

Other Techniques To Capture Motion

Besides the two main techniques described above, you can also freeze the entire field of vision or blur everything. Freezing the entire scene can give your photographs a unique look, especially if the objects strongly imply movement. For example, consider a bird that is flying in front of a waterfall. Both imply motion to the viewer. Freezing the entire scene captures that motion in a single moment and can produce a breathtaking image. You should use a shutter speed of at least 1/1000th of a second for this type of shot.
Motion-in-Photography.jpg
Photo by llimllib
Blurring everything produces the best results when the scene offers bright, contrasting colors or varying shades on the grayscale. In most cases, capturing motion in this manner is done purely for artistic purposes.
Another effective method for capturing motion within your images is ‘chrono photography’.
Photography-Motion.jpg
Photo by monkeyc
Using the continuous shooting feature on your camera, you can capture a series of shots and join them together in the post processing stage to create the effect shown above. A tripod is essential when attempting to shoot motion using this method.
capturing-motion-in-photography.jpg
Image by Jolantis

Determine The Proper Shutter Speed

A lot of novice photographers ask what the proper shutter speed is, given their objective for their photographs. Every situation is unique. One speed doesn’t suit all circumstances. To identify the right shutter speed, you’ll need to ask yourself a few questions:
  1. How fast is your subject moving?
  2. How much distance exists between the camera and the subject?
  3. How much motion do you want your photograph to convey to the viewer?
The faster the shutter speed, the more frozen and crisply-defined your subject will be. Most cameras today will allow you to freeze a scene using 1/8000th of a second or faster. That being said, the numbers only serve as a rough guideline. You’ll need to experiment with different shutter speeds in a variety of situations.

Potential Issue: Excess Light

When you slow your shutter speed to blur elements in your image, there’s a chance that too much light will enter and impact your photograph. It’s a common problem, but there are a couple of ways to resolve it. First, check the aperture on your camera. The larger it is, the more likely excess light will enter. Try adjusting the settings to reduce its size. Second, review the setting of your ISO. When it is set high, the image sensor in your camera may be overly-sensitive to light. This can create unwanted noise in your image.

Mastering The Art Of Motion Capture

Like other photography skills, becoming proficient at capturing motion requires practice and experience. You’ll need to spend time learning how shutter speeds will impact the quality of your images. Even if you’re just setting your camera on its tripod, timing a perfect shot of a fast-moving object can be difficult. In the end, capturing motion in your photography is part technique and part art. Fortunately, with practice, you can master it.
Got a photography tip or tutorial that you’d like to share with the DPS community? Share it in the tutorials section of our forum and it could get published here on the blog to be read by hundreds of thousands of people.


Read more: http://www.digital-photography-school.com/a-beginners-to-capturing-motion-in-your-photography#ixzz1JYVwMnHo